Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SELAMPERAN, UPACARA ADAT MASYARAKAT SRAGEN

PADI
Sahabat budiman. Pada kesempatan ini sedikit berbagi tentang sebagian kehidupan masyarakat Sragen, khususnya Dukuh Gabus Wetan, Gabus, Ngrampal, Sragen. Sobat muda. Sudah tk asing lagi bagi masyarakat di Indonesia dengan berbagai adat tradisi budaya yang beraneka ragam. Salah satunya adalah "selamperan" yang menjadi kebiasaan masyarakat Sragen, khususnya Dukuh Gabus Wetan, Gabus, Ngrampal, Sragen.

Selamperan adalah perwujudan rasa syukur kepada sang Kholiq Alloh SWT karena telah dikaruniai hasil panen yang cukup dan dalam keadaan baik. Bentuk kegiatan adat tersebut adalah dengan memberikan "shodaqoh" kepada tetangga berupa makanan dan sebagian dibawa di area persawahan (dibawa ke sawah), dan tentunya semampunya. Yang unik dari kegiatan ini adalah dengan adanya pembacaan doa oleh pemangku sesepuh (dituakan) untuk memimpin doa.

Shobat budiman. Begitulah adat tradisi kebiasaan masyarakat Sragen, khususnya Dk.Gabus Wetan, Kecamatan Ngrampal, Kab. Sragen. Hal yang menjadi perhatian kita semua adalah sudah mulai lunturnya adat kebiasaan baik ini. Dipandang secara sosial budaya, kegiatan tersebut mengandung nilai sosial yang tinggi. Tidak sekedar untuk acara pribadi syukuran, melainkan juga memuat kepekaan jiwa sosial terhadap sesama, terbukti dengan adanya shodaqoh. Selain daripada itu, makna lain yang kita peroleh adalah adanya keharmonisan kehidupan antara manusia sebagai insan mulia dengan kehidupan alam sekitar, berupa menjaga kelestarian lingkungan.

Sahabat budiman. Itulah sekelumit cerita untaian khasanah kebudataan bangsa ini. Dan semoga, kebudayaan rekan-rekan semua di daerah masing-masing bisa tetap " lestari" dan menjadi keragaman dan kekayaan peradaban bangsa ini, guna mewujudkan bangsa yang besar, adil, makmur, " gemah ripah loh jinawi",aamiin.
Sahilluqman
Sahilluqman Hanyalah seorang blogger yang ingin bermanfaat untuk sesama

9 komentar untuk "SELAMPERAN, UPACARA ADAT MASYARAKAT SRAGEN"

  1. Maaf mau tanya tradisi tersebut apa sekarang masih dilakukan?

    BalasHapus
  2. Maaf mau tanya tradisi tersebut apa masih dilakukan?

    BalasHapus
  3. Maaf mau tanya tradisi tersebut apa masih dilakukan?

    BalasHapus
  4. Maaf mau tanya tradiai tersebut apa masih dilakukan?

    BalasHapus
  5. Maaf mau tanya tradisi tersebut sekarang apa masih dilakukan

    BalasHapus
  6. maaf mau tanya tradisi tersebut apa masih dilakukan?

    BalasHapus

Berlangganan via Email