Lebih Pusing Menteri Tjahjo Kumolo atau Para Blogger ???

Wah, artikelnya ini tentang apa mas, kok sampai pada membuat judul dengan kata Pusing Bapak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo? Kira-kira apa yang membuat Bapak menteri merasa pusing? Adakah kaitannya dengan para blogger?

Beberapa saat lalu, saya membaca koran Suara Merdeka halaman 8 Edisi 12 Oktober 2016 alias hari ini, pada bagian bawah terdapat sebuah informasi dengan judul "Pusing karena Tanda Tangan".
Ternyat oh ternyata, hal tersebut tertuju pada Bapak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang merasa pusing dengan banyaknya tanda tangan yang harus beliau selesaikan (lakukan.red). Bapak Tjahjo Kumolo tidak merasa pusing karena banyaknya aktifitas kunjungan, rapat kerja dan keputusan yang harus diselesaikan, namun karena banyaknya tanda tangan yang mestinya dirampungkan.
Wah, pasti buanyak banget tanda tangan yang harus diselesaikan bapak menteri, saking banyaknya membuat beliau pusing. Ada yang bisa membayangkan kira-kira seberapa banyak?

Berdasarakan keterangan dari Suara Merdeka ini, tanda tangan yang harus diselesaikan Bapak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak hanya berjumlah puluhan tanda tangan, namun setiap harinya di meja beliau ada puluhan bahkan sampai ratusan berkas yang harus diperiksan dan ditandatangani.

Buanyak banget kan, hehe.

Lalu adakah hubungan antara kepusingan Bapak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dengan para blogger?

Menurutku sih "ada", yakni korelasi antara "pusing" para blogger dengan "pusing" Bapak Menteri, dalam konteks manusiawi pernah mengalami "sama-sama pusing".

Apa pusingnya para blogger?

Gegap Gempita Dunia Blogging

Lebih Pusing Menteri Tjahjo Kumolo atau Para Blogger ???
Beberpa hal yang perlu disadari, memang seorang blogger tidak seperti Bapak Menteri yang harus membubuhkan tanda tangan pada banyaknya berkas yang ada di meja. 

Namun, dunia blogging sejatinya, jika dilakukan dengan penuh seksama, serius dengan planing yang harus dicapai, juga bisa membuat pusing yang melakoninya, misalkan saja saya sendiri.

Ketika saya dikejar scedule time line waktu pengejaan sebuah project dari clien, maka sebisa mungkin saya harus tepat waktu "lebih-lebih" bisa lebih awal menyelesaikannya.
Belum lagi ketika saya ingin berusaha meng-update blog saya dengan beberapa konten yang fresh dan kaya informasi kepada pembaca.

Apakah cuma itu saja? Tidak. Seorang blogger yang sudah berkecimpung dalam dunia Google Adsense misalnya, pasti akan secara signifikan melakukan analisis terhadap income setiap harinya, minggu, bulan bahkan tahun. Mereka akan mengkalkulasi setiap potensi dan kelemahan dalam setiap metode yang dijalankan guna memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. 


Hal itulah yang dinamakan sebagai sebuah rutinitas dan gegap gempitanya dunia blogging.

Pusing tidak wahai kawan? 
Sesantai-santainya Anda menjalani dunia blogging, sampai-sampai melakukan copas artikel sana sini agar tidak direpotkan membuat artikel; atau dengan cara membeli artikel dari orang lain, pasti akan mendapatkan "kendala" baik uang atau paling tidak sekedar pemikiran untuk melangsungkan kegiatan blogging.
Oleh karena itu, jika seorang blogger sudah berusaha menjadi blogger sejati, dengan mencoba "sebisa mungkin" memanfaatkan waktu sebaik mungkin, namun meminimalisir dampak yag kurang baik, insyalloh tidak akan terlalu pusing dengan semua rutinitas itu.

Read also: 5 Profesi Tak Terduga dengan Bayaran Miliaran Rupiah

Demikian sekilas informasi mengenai topik yang mungkin Sobat rasa tidak teralu penting. Namun harapan saya kita bisa lebih memaksimalkan potensi diri untuk selalu giat menjalankan rutinitas kita lebih enjoy dan pastinya lebih bermanfaat sebagai seorang blogging. Salam anget dan sukses selalu buat kita bersama.

0 Response to "Lebih Pusing Menteri Tjahjo Kumolo atau Para Blogger ???"

Posting Komentar

Hanya sebagian kecil komentar yang disetujui. Jangan membuang waktu Anda jika hanya untuk melakukan "spam" di Forum Blogger Indonesia ini. So, komentar yang Anda tuliskan menunjukkan tingkat kualitas diri Anda.

Salam blogger

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel