Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Awas Penipuan Online Via Email dan WhatsApp. Ini Bentuk dan Modusnya!

Awas Penipuan Online Via Email. Ini Bentuk dan Modusnya!
Bentuk Penipuan Online yang Sering Terjadi - Semakin besarnya prosentase digunakannya jaringan internet di Indonesia, ternyata juga berimbang dengan tingginya peluang terjadinya penipuan di internet, dan salah salah satu yang marak saat ini adalah penipuan lewat email.

Beberapa hal yang terjadi pada diri saya sendiri, ada banyak sekali metode penipuan yang melalui via email saya.

Email tersebut berupa penipuan, dan bisanya bisa pula dari luar negeri, dan tidak menutup kemungkinan emil penipuan dari orang Indonesia. Saya sering dapat email seperti ini mungkin karena saya sering mendaftarkan alamat email di beberapa situs di luar negeri.

Model Penipuan Online Via Email dan WhatsApp

Berikut ini adalah beberapa jenis mode penipuan via email yang sering terjadi di internet melalui:

1. Halaman Web Palsu atau Email Phishing

Metode penipuan online melalui internet dengan sebutan web palsu atau email phising sangat marak terjadi saat ini. Metode “Phishing” ini merupakan salah satu metode rayuan kepada para target oleh para penjahat digital untuk membocorkan info pasword atau ID dan kata sandi akun Anda melalui email melalui laman web.

Persitiwa Phising ini, di luar negeri sangat profesional bahkan webnya dibuat mirip dengan situs sekelas situs yang sah seperti PayPal, Citibank, dan eBay.
Metode yang kerap kali digunakan adalah dengan memikat atau menakut-nakuti calon korban untuk membuka laman situs palsu serta diminta memasukkan user ID dan kata sandi. Pada umumnya, modus penipuan email phising adalah kebutuhan mendesak yang mengaharuskan melakukan “konfirmasi identitas kita“.
Acap kali pula, para penjahat cyber ini membohongi taeget dengan mneyertakan beberada data yang menerangkan bahwa akun kita telah diserang oleh hacker, yang akhirnya ada solusi penanganan dengan cara memasukkan informasi rahasia yang kita miliki, seperti user ID dan pasword.

Tips sederhana yang bisa kita lakukan untuk menangani penipuan email phising ini adalah sebagai berikut:
  1. Jangan sembarangan membuka link yang dikirim di inbox Anda. 
  2. Perhatikan awal dari alamat link harus memiliki https: //. 
  3. Phishing palsu hanya memiliki http: // (tanpa “s”). 
  4. Jika masih ragu, hubungi pihak terkait untuk memverifikasi apakah email itu benar.
2. Penipuan Pencari Kerja

Siapa yang sering menerima informasi prakerja melalui whatsApp? Hayo ngaku!

Bagi kamu yang mempunyai banyak sekali group whats App, biasanya sering mendapatkan share link dari beberapa temen tentang program prakerja. Dalam link tersebut tentu saja akan ada informasi mengenai cara memperoleh uang dari pemerintah melalui bla bla bla. Nah, karena ini urusannya masalah uang, biasanya akan banyak sekali yang klik dan merasa link tersebut benar.


Padahal, tara... Itu adalah sebuah website pishing yang hanya bertujuan "menyedot" informasi data Anda melalui input informasi yang kamu masukkan, misalnya identital laiknya CV (data diri).

Ciri Website Pishing

Ciri paling sederhana yang bisa kamu jadikan acuan adalah berikut ini:

Websitenya berekstensi bukan .gov atau hanya domain custom murahan. Misalnya www.blabla.xyz, .me; atau yang lainnya.

Kita tahu, ada banyak sekali ekstensi domain. Domain yang berekstensi akhiran .gov, itu artinya goverment, bermakna pemerintah. Dan itu biasanya legal. Namun, tetap ada saja website dengan ekstensi .gov yang kurang rekomended (pengecualian). 

Baca juga:9 Situs Akun SSH Premium Gratis, Cocok Bagi Anda yang Suka Internet Gratis Tanpa Batas

Kesimpulan

Penipuan dengan modus tersedianya lapangan pekerjaan memang sangat marak sekali. Targetnya btentu saja para pencari kerja, apalagi pada orang yang sudah lama belum mendapatkan pekerjaan idaman, maka teknik penipuan seperti ini sangat berdampak sekali. Para penipu tipe ini pada umumnya dengan mengiming-ngimingi korban dengan gaji yang besar, tunjangan lumayan dan sebaginya.

Metode yang sering digunakan para penipu ini adalah dengan melakukan promosi ‘lowongan kerja’ mereka melalui pemasangan iklan pada situs, surat kabar atau juga dengan menyebarkannya melalui internet termasuk email.

Adapaun skema pekerjaan yang diiklankan juga terlihat mudah dan bisa dikerjakan siapa saja, sehingga masalah prasyarat lulusan tidak menjadi syarat utama. Beberapa contohnya adalah pekerjaan tawaran melipat kemasan produk, mengelem amplop dan berbagai tugas mudah lainnya.

Nah, langkah yang bisa dikatakan berbahaya metode ini akan terlihat dengan meminta bayaran kepada para pencari kerja sebagai syarat untuk mendapatkan pekerjaan yang menarik tersebut.

Saya kira demikian beberapa pengalaman pribadi mengenai penipuan online via email. Bagi Anda yang mengalami hal yang sama, maka berhati-hatilah. Tetap waspada dengan memilih dan memilah informasi yang masuk pada email kita, so salam sukses selalu. Semoga dengan artikel Awas Penipuan Online Via Email dan WhatsApp. Ini Bentuk dan Modusnya! bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, salam.

Sahilluqman
Sahilluqman Hanyalah seorang blogger yang ingin bermanfaat untuk sesama

Posting Komentar untuk "Awas Penipuan Online Via Email dan WhatsApp. Ini Bentuk dan Modusnya!"