Trending Topik Blogging 2019 - Quality Conten, SEO, User Friendly and Fast Loading

Trending Topik Blogging 2019 - Quality Conten, SEO, User Friendly and Fast Loading
TREND SEO Blogging 2019 sudah saya ulas sebagian di posting 9 Cara Membuat Blog Terkenal di SERP guna Peringkat 1 Google 2019. Tren SEO blog terbaru tersebut adalah memang menjadi sebuah perihal SEO dominations ke depannya, dan tentu saja tidak hanya versi kami, melainkan juga berdasarkan pendapat dari pakar SEO dunia, seperti yang tertulis di laman MOZ.

Beberapa tahun sebelumnya, seperti yang disampaikan Forbes, konten video akan mendominasi konten tulisan dalam ROI for B2C Industries and Brands.

Untuk saat ini, konten berupa tulisan (teks) dinilai "standar", tidak aneh, alias sudah biasa. Pengunjung dan mesin pencari lebih suka konten yang bervariasi, termasuk video.
Video Content Will Overtake Written Content in ROI for B2C Industries and Brands. Today, written content is considered the “standard,” even by the vast majority of us who continuously insist that including many different formats of content is a good idea. (Forbes)
Namun, apakah untuk tahun ini memang benar-benar demikian?

Secara umum, seperti apa yang telah kita ketahui sebelumnya, dan mungkin ini menjadi pedoman kita saat ini, bahwa video conten memang memiliki peranan yang luar biasa. Tidak sekedar melalui laman Youtube, namun konten berupa video bisa kita dapatkan dengan mudah; tengok saja di facebook.

Walaupun demikian, apakah kita akan tenggelam dalam kenyataan yang memang begini adanya?

Perlu kita fahami juga, bahwa dunia blogging memiliki sisi positif kelebihan lainnya dibandingkan dengan laman video semata. Namun, sisi baikknya adalah blogging memiliki branding yang lebih luas, karena bisa berjalan dengan konten berbagai bentuk, seperti teks, video, sound recorder, image dan semuanya bisa masuk pada laman blogging.

Nah, sisi kelebihan itu hendaknya bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan sekarang kita fokus pada apa yang kita bicarakan kali ini.

Trend Blogging 2019 yang Wajib Anda Tahu

Berbagai tahapan yang sudah saya jelaskan dalam artikel sebelumnya itu setidaknya menjadi gambaran trending topik blogging tahun 2018 ini.

Secara sederhana, berikut ini fokus trending topik blogging menurtu kami:
  1. Quality Content
  2. Blog design (user friendly)
  3. Fast loading blog
  4. Social media
1. Quality Content

Seperti apa yang sering kali saya sampaikan, sampai saat ini topik cara membuat konten berkualitas menjadi titik nadir laling ekstrim. Nah, dalam upaya membuat sebuah konten yang benar-benar bagus (di mata SERP) tidaklah mudah. Ada beberapa tahapan dan kriteria acuan untuk mencapai poin semuanya.

Silakan baca: 5 Cara Menulis Artikel Blog Agar Disukai Pembaca dan Ramah Search Engine

2. Blog design (simple and user friendly)

Dalam teori yang mudah difahami, ketika seseorang melakukan pencarian kata kunci ke dalam mesin pencari, Google misalnya, kita akan menemukan begitu banyak referensi yang kita butuhkan. Nah, dalam kondisi tersebut, kita akan memilih satu dari sekian banyak referensi.

Faktanya, ketika kita buka, kita akan disuguhkan laman bagian dalam (artikel dalam kondisi terbuka) tidak dalam keadaan tampilan home page.

Itu artinya, sebenarnya pola gambaran desain luar blogging yang kita miliki lebih pada aspek desain yang lebih ciamik dan menyenangkan; namun di sisi lain jarang dinikmati visitor secara umum. Kalaupun dibuka, maka hal itu pasca mereka menjadi pembaca setia kita, dengan hapalnya alamat url blog kita.

Nah, mengingat hal itu, maka pola pembuatan laman bagian dalam yang user firnedly itulah poin pentingnya. Jangan sampai sisi dalam konten yang kita sajikan malah tidak user friendly, acak-acakan dan tidak ramah pengguna.

Oleh karena itulah, sebelum melakukan analisa mendalam tingkat ketercapaian target visitor jika dilihat dari desain blog kita, segera perbaiki fokus penting tersebut.

Baca juga: Top template SEO user friendly terbaik saat ini

3. Fast loading

Sisi ketiga ini juga tidak kalah penting dari keberadaan poin kedua, walaupun secara hakikat poin ini juga masuk dalam kategoru user friendly, memudahkan visitor/pengunjung.

Nah, dalam kaitannya menilai kecepatan loading blog kita, maka sejak beberapa bulan lamanya muncul istilah AMP (accelerated mobile theme) template.

AMP template ini memang mengutamakan kecepatan loading sebuah blog/website. Namun, di sisi lain berdasarkan hasil konferensi Google Adsense di Jakarta, ada sisi-sisi kekurangan dari template ini. Selain kurang familier bagi blogger pemula, theme AMP ini juga diyakini (sesuai fakta penggunanya) menurunkan jumpah pendapatan Google Adsense.

Terlepas hal itu benar atau salah, namun sisi pentingnya adalah bahwa kecepatan loading blog kita menjadi mutlak diperlukan.

Sebegitu pentingnyakah? Yup, penting banget.

4. Social media

Perkembangan sosial media saat ini tidak bisa ditutup sebelah mata, karena memang semua lini kehidupan sangat lekat dengan yang namanya media sosial (facebook, twitter, instagram, dll). Sisi itulah sebenarnya yang sering kali dimanfaatkan untum mendingkrak popularitas sebuah blog.

Nah, oleh karena itu, mampu mengimbangin perkembangan teknologi media sosial juga menjadi sebuah trending topik dalam dunia blogging. Memanfaatkan jumlah fanspage facebook misalnya, juga akan sangat membantu penjualan produk Anda.

Selain metode ADS lainnya, tingkat keerhasilan blogging Anda juga bisa ditopang dengan keberadaan media sosial saat ini. Maka, gunakan media sosial sebijak mungkin, jangan hanya membuang waktu percuma tidak ada manfaatnya.

Baca juga: Rahasia Sukses Eka Lesmana Menghasilkan Uang dari Google Adsense – Bagian 1

Demikian kilas balik Trending Topik Blogging 2019 - Quality Conten, SEO, User Friendly and Fast Loading. Semoga bermanfaat, selamat tahun baru 2019, semoga menjadi lebih baik lagi, amin,

0 Response to "Trending Topik Blogging 2019 - Quality Conten, SEO, User Friendly and Fast Loading"

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Sobat di sini!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Hosting Unlimited Indonesia