Panduan Belajar Cara Trading Bitcoin Tanpa Loss Terbaik 2018

Panduan Belajar Cara Trading Menambang Bitcoin Tanpa Loss Terbaru
Saat ini Bitoin memang menjadi sebuah perbincangan dunia, laiknya seorang artis yang selalu diburu hanya sekedar untuk mendapatkan foto dan tandatangannya.

Diakuui atau tidak, salah satu metode uang virtual tersebut menjadi buruan para investor, tidak hanya di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Tak heran, sampai ada filmnya juga lo.

Nah, sebenarnya apa sih bitcoin ini? Jika Anda masih pemula, dalam artian baru mendengar istilah bitcoin, saya sarankan untuk belajar terlebuh dahulu sebelum terjun ke dunia "bitcoin". Hal ini bertujuan jangan sampai Anda gatot alias gagal total atau rugi besar (loss).

Nah, dalam kesempatan ini mari kita pelajari sejenak seluk beluk bitcoin, sampai pada tahap belajar panduan cara trading menambang bitcoin tanpa loss?

Baca juga: 109+ Daftar HPK Tinggi AdSense (High Paying Google Adsense Keywords) 2017

Panduan Belajar Cara Trading Menambang Bitcoin Tanpa Loss

Apa itu bitcoin?

Bitcoin merupakan mata uang virtual yang mulai dibuat dan berkembang pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Beberapa hari lalu, juag sempat ditulis di Suara Merdeka, dan ternyata nama pembuatnya masih diragukan, apakah hanya seorang, atau nama Sathosi Nakamoto tersebut hanya sebuah padanan nama dari beberapa perusahaan besar di dunia, seperti Samsung, Toshiba, termasuk Motorola.

Mata uang ini tidak jauh berbeda dengan Rupiah atau Dollar, namun bedanya bitcoin ini hanya tersedia di dunia digital. Konsepnya mungkin terdengar seperti eGold, walaupun sebenarnya jauh berbeda.

Itu artinya, jika bitcoin ini hanya bisa Anda gunakan manakala menggunakan perangkat "dunia maya". Jadi, tidak seperti laiknya peredaran transaksi jual beli secara langsung, melainkan melalui online.

Adapun beberapa keunggulan dan manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mata uang Bitcoin ini adalah sebagai berikut:

1. Transfer instan tanpa melalui pihak Bank (peer to peer)

Pada dasarnya, Bitcoin berjalan tanpa memiliki server pusat, namun berjalan secara peer to peer. Server penyimpanannya bersifat desentralisasi dan terbagi ke berbagai server yang dijalankan oleh setiap pengguna yang terhubung ke dalam jaringan.

Oleh karena itu, peredarannya tidak ada sangkut pautnya dengan media perbankan.

2. Transfer ke mana saja

Tidak seperti emas, Bitcoin bisa dikirimkan kemana saja dalam hitungan detik, kapanpun dan darimanapun yang Anda mau. Pengiriman uang dengan Bitcoin bisa terjadi hanya dengan modal sebuah smartphone dan koneksi internet.

3. Biaya transfer sangat kecil.

Biaya pengiriman pun bisa dihilangkan sampai gratis, namun untuk mempercepat transaksi, biasanya dompet Bitcoin Anda akan memotong biaya sekitar 500 – 3,000 rupiah, tidak peduli berapa jumlah uang yang dikirimkan.
Transaksi bersifat irreversible, artinya sekali ditransfer tidak bisa dibatalkan.

Bitcoin diberikan ke tangan orang lain, transaksi tidak dapat dibatalkan kecuali orang itu bersedia mengirimkan Bitcoinnya kembali.

Transaksi bitcoin bersifat pseudonymous.

Semua transaksi yang pernah dilakukan sekaligus saldo Bitcoin yang dimiliki seseorang bisa kita lihat, namun kita tidak tahu siapa pemilik alamat Bitcoin tersebut bila si pemilik tidak memberitahukannya.

Setiap pengguna Bitcoin sebenarnya bisa memilih apakah namanya ingin dimunculkan atau tidak, namun meskipun si pengguna ingin merahasiakan identitasnya, semua transaksinya tetap tercatat dan dapat dipantau oleh publik.

Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun.

Bitcoin yang menggunakan database Blockchain tidak dikontrol oleh suatu pihak, melainkan sangat terbuka untuk umum sehingga mustahil bagi seseorang untuk memalsukan transaksi di Blockchain. Seluruh transaksi tercatat secara live, transparan, dan tersebar ke jutaan server. Mereka yang ingin mengubah atau memalsukan data transaksi Bitcoin, harus meretas jutaan server tersebut di saat yang bersamaan.

Jumlahnya terbatas

Suplai Bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin ke seluruh dunia. Sistem penciptaan Bitcoin yang terus berkurang setiap 4 tahun sekali ini menyerupai sistem ekonomi berdasarkan deflasi dan dengan makin terbatasnya supply bitcoin, harga bitcoin cenderung naik.

Bitcoin akan disimpan ke dalam Bitcoin Wallet. Wallet ini harus terinstall di kedua belah pihak, bisa dengan PC/laptop, tablet ataupun smartphone. Setelah menginstall wallet, Anda akan mendapatkan Bitcoin Address. Untuk transfer bitcoin sangat mudah, buka aplikasi wallet, masukan Bitcoin Address dari lawan transaksi dan jumlah bitcoin yang ingin ditransfer, kemudian kirim.

Lalu Anda mungkin bertanya, kalau tidak ada bank atau perusahaan yang mengelola seperti halnya paypal atau egold, lalu data keuangan disimpan di mana? Jawabannya, di komputer Anda sendiri (dalam wallet) dan jaringan peer to peer di seluruh dunia. 

Uang bitcoin tersimpan di komputer Anda di dalam wallet. Jika komputer rusak sama saja uang bitcoin Anda hilang, jadi wallet bitcoin harus di-backup secara berkala ke beberapa device. Ketika melakukan transaksi, puluhan ribu komputer di dalam jaringan bitcoin akan menverifikasi data yang Anda masukan sehingga tidak terjadi kecurangan.

Kelemahan menggunakan Bitcoin

Sistem Bitcoin memang relatif aman dari kejahatan. Namun, tidak berarti tidak ada resiko ketika menggunakan mata uang ini, karena sama seperti mata uang pada umumnya, mata uang virtual ini juga tak kebal dari kejahatan pencurian.

Sekadar informasi saja, untuk dapat dibelanjakan alat tukar ini membutuhkan baris kode khusus bernama Private Key yang disimpan dalam e-wallet atau media penyimpanan yang tak tersambung dengan internet seperti hard disk atau flash disk.

Saat ingin dibelanjakan, pemilik mengakses private key tersebut. Namun, baris kode ini bisa saja dicuri. Kejadian pembobolan e-wallet atau hard disk untuk mengambil private key belum lama ini dialami Inputs.io, sebuah situs penyedia wallet online dan pria bermana James Howell.

Harga Bitcoin juga sangat fluktuatif. Bahkan fluktuasi instrument ini lebih agresif dibandingkan saham. Hal ini di satu sisi menjadi peluang, namun di sisi lain membuktikan banyak orang yang memiliki Bitcoin untuk jangka pendek. Berbeda dengan saham yang menghasilkan dividen atau emas yang relatif stabil nilai tukarnya.

Nah, dengan kelebihan dan kelemahan penggunaan Bitcoin itulah, banyak para internet marketer mencari sisi-sisi yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan yang luar biasa, mengingat harga bitcoin semakin menanjak naik hingga hari ini.

Lalu bagaimana teknik belajar trading menambang bitcoin tanpa loss?

Ada banyak pasar (exchanges) yang menyediakan tempat untuk melakukan jual-beli cryptocurrency dengan USD ataupun mata uang negara lain, namun sebaiknya Anda membeli Bitcoin terlebih dahulu daripada cryptocurrency yang lain.

Dengan beberapa Bitcoin, Anda dapat dengan mudahnya menukarnya menjadi mata uang digital lain kapanpun yang Anda mau melalui pasar-pasar yang melayani jual-beli Bitcoin dengan alternate coins (mata uang digital selain Bitcoin).

Perlu Anda ingat bahwa Anda tidak perlu membeli Bitcoin secara utuh (karena harganya cukup mahal, 1 Bitcoin sudah seharga $390 pada waktu artikel ini ditulis). Anda cukup membeli beberapa bagiannya saja, atau yang dikenal sebagai Satoshi.

Sebagai contoh, 500 ribu Satoshi itu sama dengan 0.005 Bitcoin (dalam kata lain, untuk membeli RP. 500.000,- Satoshi, Anda hanya membutuhkan biaya kurang dari $2). Salah satu tempat teraman untuk membeli Bitcoin dengan USD adalah lewat coinbase.com, namun ada banyak tempat lain yang bisa Anda pilih untuk membeli Bitcoin dengan harga yang lebih murah atau sesuai dengan mata uang negara Anda, seperti halnya bitcoin.co.id.

Sekali lagi saya katakan, dalam dunia bisnis, tentu saja kita semua sadar bahwa tidak ada kata "untung" secara terus menerus, melainkan ada juga suatu ketika mengalami "loss" alias rugi.

Namun, jika rejeki, pasti tidak akan lari.

Prinsipnya, trading ini seperti halnya dengan trading lainnya, namun kembali lagi pada kejelian Anda dalam melihat nilai setiap bitcoin saat ini.

Misalkan Anda memasukkan saldo uang beberapa dolar, dan ternyata beberapa hari, atau bulan ternyata nilai jual bitcoin naik, maka tentu saja Anda untuk besar. Perlu diketahui, sampai saat ini nilai 1 BTC per 11 Desember 2017 jam 13.32 WIB sudah mencapai 1 BTC = Rp.250.111.000,-.

Dalam meneliti suatu pasar biasanya pemain trading akan mengacu pada analisis paling mendasar. Jika Anda dapat mencari informasi yang tepat dalam waktu yang sesuai serta memahami betul bagaimana informasi tersebut berkaitan dengan pasar, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk memprediksi trend pasar, khususnya untuk membaca apakah coin tersebut harganya akan naik atau turun. Selain analisis fundamental, Anda juga dapat menggunakan analisis teknikal. 

Analisis teknikal sama saja pentingnya, namun lebih berfokus kepada cara membaca grafik dan menemukan pola-pola khusus di dalamnya contohnya, ketika harga mencapai suatu titik tertentu, coin tersebut akan semakin menurun harganya.
Kesimpulan

Prinsip trading bitcoin sangat sederhana, yaitu Buy Low Sell High. Ingat kata Kuncinya "Beli saat harga turun dan Jual saat harga naik", manfaatkan selisih harga untuk mendapatkan keuntungan. Dengan hanya trading bitcoin atau jual beli bitcoin anda bisa meraih keuntungan hingga jutaan rupiah perhari, itu juga tergantung seberapa besar modal anda.

Untuk melalukan cek harga terkini nilai pertukaran bitcoin, silakan download aplikasinya di Google Playstore.

Baca juga: Adnow, Alternatif Google AdSense dengan Komisi Menggiurkan

Demikian sekilas informasi mengenai Panduan Belajar Cara Trading Menambang Bitcoin Tanpa Loss Terbaru. Semoga bermanfaat, good luck and happy blogging.

0 Response to "Panduan Belajar Cara Trading Bitcoin Tanpa Loss Terbaik 2018"

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Sobat di sini!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Hosting Unlimited Indonesia