Tutorial Lengkap Cara SEO Install Website Wordpress Self Hosting untuk Pemula

Panduan Cara Membuat dan Install Website Wordpress Self Hosting

Anda akan membuat website dengan CMS WordPress? Mungkin Anda sudah cari-cari artikel di internet tapi penjabarannya sangat teknis dan kurang terkonsep dengan baik? Jika memang demikian, maka artikel ini adalah jawaban doa Anda!

SL Blogger berupaya membuat artikel yang menarik buat Anda simak agar Anda bisa lebih mudah untuk membuat dan mengembangkan WordPress Site Anda! Kami akan memberikan tutorial yang mudah difahami, memuat langkah-langkah yang simple dan sederhana dengan gaya bahasa lugas yang mudah Anda pahami. Semuanya akan kami bahas lengkap khusus buat Anda.

Selamat membaca!

Tutorial Lengkap Cara SEO Install Website Wordpress Self Hosting untuk Pemula

Tutorial Lengkap Cara SEO Install Website Wordpress Self Hosting untuk Pemula

Langkah 1# Cara Memilih Domain yang Benar

Domain adalah nama dari blog Anda yang ada di internet. Jika diibaratkan, nama domain seperti sebuah karakter yang menjadikan website Anda menjadi memiliki cirikhas dan keunikan, sepertihalnya nama bagi seorang manusia atau sebuah brand sebuah perusahaan. Nama domain ini bisa digunakan untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus menyimpan deretan angka yang rumit (biasa dikenal sebagai alamat IP).

Apa itu topik website (niche)? Niche adalah target visitor, pengunjung atau khalayak/ audience dari website Anda. Sepenting apakah menentukan topik website Anda? Jika Anda faham terhadap target niche bagi visitor, maka langkah ke depannya Anda akan faham seperti apa fokus website Anda. Apalagi kalau Anda ingin melakukan pengembangan website guna tujuan bisnis, niche ini bisa membantu Anda menjadi lebih konsen.

Baca juga: 33 Topik Blog Potensial Terbaik paling Diminati 2018-It's Very Good Niche

Konten-konten yang relevan dengan topik blog Anda juga menjadi salah satu factor jumlah pendapatan Anda. Bagi yang bermain Adsense sebagai salah satu tujuan mendapatkan uang dari blog atau website, pasti faham dengan apa yang Saya sampaikan.
Sedikit bocoran, apakah Anda tahu nama domain termahal di dunia? Iya, paling mahal! Menurut informasi yang Saya ketahui, nama domain paling mahal di dunia sepanjang masa adalah lasvegas.com (diperkirakan hingga tahun 2040), yang pada tahun awal tahun 2017 bernilai 90,000,000$.
Pada tahapan ini, Anda juga harus faham dengan yang namanya ekstensi domain. Adapun ekstensi-ekstensi domain terbaik dan banyak digunakan para blogger di seluruh dunia diantaranya: .com .org .net Walaupun demikian, banyak pula ekstensi domain yang unik-unik juga sudah banyak digunakan, misalnya saja: .online; .shop; .ninja; .pizza; .eco dan masih banyak lagi.

Untuk lebih jelasnya, ada beberapa gambaran penggunakan ekstensi domain yang mungkin saja berguna bagi Anda semua:

.com biasanya digunakan untuk target pasar seluruh dunia, jika domain.com yang diinginkannya sudah diambil biasanya diganti .co .id digunakan untuk target pasar hanya orang Indonesia

.org biasanya digunakan organisasi, sedangkan

.net biasanya digunakan oleh forum atau jaringan

.online, .blog, .promo, dll. digunakan untuk tujuan fokus dan spesifik.

Adakah rahasia pemilihan domain yang benar?

Salah satu informasi rahasia supaya domain kamu keren dan SEO, setidaknya “Bikin nama yang pendek saja, jangan panjang-panjang. Buatlah nama domain yang mudah dihapalkan dan diingat saja, agar visitor mudah mengingat.

Salah satu tips memilih domain adalah gunakan nama domain yang catchy. Lebih bagus lagi, Anda bisa memasukkan keyword kata kunci yang relavan dengan topik niche website Anda.”

Langkah 2# Tentukan Jenis Website

Pada tahapan ini, setidaknya ada beberapa kategori umum tujuan pembuatan blog atau website bagi seseorang, diantaranya tujuan bisnis, kegemaran/hobi, dan personal blogging (blog personal).

Website Bisnis

Walaupun media social bisa digunakan untuk meningkatkan daya jual beli produk Anda, namun pada kenyataanya sebuah perusahaan besar “pasti” akan mempunyai sebuah laman website yang ia gunakan sebagai tempat komunikasi “formal” dengan pelanggan. Jika Anda berencana memiliki sebuah blog atau website untuk keperluan bisnis online, alangkah lebih baik jika nama domain Anda mengusung brand atau nama perusahaan.

Website Hobby

Ketika Anda ingin menyalurkan hobi menulis namun tidak bisa mendokumentasikan secara maksimal, maka lebih baik Anda manfaatkan website atau blog. Misalkan saja Anda hobi traveling, maka tidak ada salahnya berbagai tips traveling pada sesame rekan lain dengan membuat website “tipstraveling.com”. Setidaknya, semua kisah pengalaman dari hobi yang Anda tekuni akan bisa membuka ruang berfikir lebih maju pada pembaca.

Website Personal
Kebanyakan untuk saat ini, para blogger akan memanfaatkan blog personal guna menambah eksistensi diri. Kalau ini cuma website personal – misalnya website portfolio dari hasil-hasil karya atau kerjaanmu, kamu bisa pakai nama sendiri sebagai domain.

Langkah 3# Cara Memilih Nama Hosting

Web hosting adalah sebuah ruang penyimpanan seluruh data atau isi website Anda, bisa berupa tulisan, video, audio dan lain sebagainya. Anda bisa membayangkan, jika diibaratkan web hosting sebagai sebuah rumah, maka seluruh isi website kamu (teks, gambar, video dan lain-lain) seperti furniturnya yang akan Anda tata di dalam nya.

Berbicara web hosting, secara kasat mata, web hosting akan lekat dengan tertuju pada sebuah perusahaan penyedia jasa yang memberikan layanan jasa penyewaan server atau pada komputer mereka untuk menyimpan semua data di website Anda. Dengan begitu, mereka akan memberikan akomodasi konektivitas internet kepada Anda.

Perlu difahami juga, bahwa salah satu faktor penentu SERP/ Peringkat Website oleh Google adalah dengan menggunakan parameter kecepatan loading website. Jika Anda menggunakan platform Blogspot, maka bisa diapstikan tidak ada kendala, kecuali ada pelanggaran TOS Google yang berdampak pada dihapusnya blog Anda.

Kembali pada pokok bahasannya adalah blog Wordpress Selft hosting, maka salah satu cara mempercepat loading blog wordpress Anda adalah dengan menggunakan Teknologi Hosting. Berbicara teknologi hosting, maka ada beberapa kategori hosting yang umumnya digunakan para blogger di selurh dunia, yakni Shared Hosting, Virtual Private Server Hosting (VPS), Dedicated Server Hosting, Cloud Hosting.

Baca juga: Pengaruh Kecepatan Loading Website terhadap SEO

Shared Hosting.

Di shared hosting, blog web Anda akan dimasukkan pada server yang sama dengan banyak website lainnya. Karena demikian, maka tidak menutup kemungkinan jumlah website yang berada di dalam server puluhan, ratusan, bahkan ribuan. Olehkarena itulah, pada umumnya semua domain tersebut dapat berbagi sumber daya server umum semacam RAM dan CPU. Karena biayanya yang murah, sebagian besar website dengan tingkat lalu lintas tak terlalu padat memilih jenis server satu ini.

Virtual Private Server Hosting (VPS)
Virtual Private Server hosting ini akan saling berbagi server dengan beberapa pengguna lain. Pengguna dimungkinkan untuk memiliki akses root ke ruang virtual mereka sendiri dan berada di lingkungan hosting yang lebih aman dengan menggunakan jenis hosting ini.

Dedicated Server Hosting

Jika dibandingkan dengan layanan webshoting sebelumnya, Dedicated Server Hosting akan memberikan layanan kontrol yang lebih maksimal atas server web yang disimpan di website Anda. Layanan DSH server hosting satu ini secara premium akan memberikan ruang seluruh server yang ada secara full tanpa terbagi dengan pengguna lain. Website Anda akan menjadi satu-satunya situs yang tersimpan di server tersebut tanpa takut terganggu oleh pihak lain.

Cloud Hosting

Berbicara web hosting, maka Cloud hosting lah layanan premium paling handal dibandingkan dengan layanan sebelumnya. Teknologi Cloud akan memberikan semua fitur dengan kemampuan tak terbatas untuk menangani lalu lintas website dengan trafik tinggi. Masalah broken page atau loading page lama pada sebuah website terjadi karena adanya lonjakan lalu lintas tinggi. Jika terjadi broken, maka bisa berdampak buruk pada halaman website Anda, misalnya terjadi eror atau lelet. Nah, solusi terbaik tentu saja akan ditangani oleh Cloud Hosting.

Bagaimana cara kerja cloud hosting?

Tim server (disebut cloud server) bekerjasama untuk meng-host sekelompok situs web yang ada. Hal ini memungkinkan beberapa komputer bekerja sama untuk menangani tingkat lalu lintas yang tinggi pada website yang di-host. Teknologi hosting satu ini dapat dikatakan teknologi mutakhir.

Baca juga: Mengenal Ciri dan Manfaat Web Hosting Unlimited

STEP 3# Menginstall CMS WordPress

Langkah selanjutnya setelah Anda menentukan dan memilih nama domain serta menemukan hosting yang tepat adalah menginstal CMS (Content Management System).

Content Management System (CMS) atau lebih familiar dinamakan sistem pengelolaan konten adalah sebuah mekanis atau platform yang memberikan akses kepada Anda untuk membuat konten dan mempublikasikannya ke melalui laman website Anda.

CMS juga bisa dikatakan sebagai suatu tools berupa software yang diinstal di server hosting yang Anda pilih tadi. Kebanyakan penyedia layanan provider hosting akan memberi informasi langkah apa yang harus Anda lakukan guna melakukan instalasi CMS. Setelah CMS berhasil diinstal, Anda akan diberikan akses login ke website. Pada langkah inilah sejatinya Anda sudah bisa membuat konten dan mempublikasikannya, bisa berupa foto, teks, dan berbagai macam konten ke website. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menambahkan blog, product page, dan portfolio melalui CMS.

Sebagai tambahan informasi, tahukah Anda? Bahwasanya, berkisar 65% website di seluruh dunia telah menggunakan WordPress sebagai CMS mereka. Anda juga bisa mengetahui berapa prosentase penggunaan platform blogspot sebagai media pembuatan sebuah website!

Lebih jelasnya, berikut informasi lengkapnya melalui gambar Grafik di bawah ini:
Data pengguna CMS terbanyak di dunia
Data pengguna CMS terbanyak di Dunia Tahun 2017
WordPress adalah pilihan yang ideal untuk kamu yang baru pertama kali membuat website. CMS ini memiliki skalabilitas yang cukup dan bisa bekerja dengan baik untuk website dengan tra‑c rendah atau sedang. Contoh website yang menggunakan WordPress adalah TIME Magazine, CNN, TED, TechCrunch, NBC, dan masih banyak lagi.
Namun lagi-lagi jika berbicara platform ngeblog terbaik, jika dilihat melalui prosesntase pengguna, jelas wordpress jawabannya. Namun lagi-lagi kita sesuaikan dengan tujuan utama ngeblog. Jika Anda memang mempunyai “kecukupan dana”, maka lebih baik menggunakan wordpress.org. Karena sesuai dengan apa yang saya sampaikan, penggunakan wordpress self hosting memerlukan dana awal dan selanjutnya dalam proses berjalannya juga demikian.
Hal ini berbeda jika Anda menggunakan platform gratis seperti blogspot, dan lagi-lagi sesuai kondisi masing-masing.

Alasan Menggunakan WordPress dibandingkan blogspot untuk Ngeblog

Ada beberapa alasan kenapa banyak orang menggunakan wordpress untuk ngeblog. Setidaknya ada beberapa alasannya menurut saya, diantaranya karena mudah diinstal, open source, lebih terlihat profesional, serta cocok bagi pemula sekalipun.

Mudah diinstal

Kebanyakan provider hosting memiliki kemampuan untuk menginstal WordPress hanya dalam satu klik saja karena popularitasnya. Walaupun pada dasarnya, ngeblog menggunakan platform blogspot malah tidak perlu melakuka instalasi plugin dll, karena semuanya sudah berada pada satu paket.

Open source

Karena bersifat open source, WordPress menyediakan berbagai template/theme dan plugin gratis yang bisa kamu manfaatkan untuk mengoptimasi website. Kalau kamu tertarik untuk menggunakan theme atau plugin premium, biayanya juga tidak terlalu mahal.

Lagi-lagi hal ini sebenarnya juga relative, karena di blogspot juga banyak sekali template gratisan di luar sana. Namun, jika melihat template bawaan, maka jelas sekali wordpress lebih banyak pilihannya jika dibandingkan dengan wordpress.

Lebih terlihat Professional

Hal ini terbukti, rata-rata perusahaan atau institusi menggunakan wordpress selft hosting pada web mereka. Kalaupun ada para rekan blogger terkenal seperti yang kita ketahui, bukannya tidak professional, namun bisa jadi karena memang untuk keperluan lain, misalnya untuk menambah kemahidan dalam menerapkan ilmu coding. Siapapun akan tahu, kalau ngeblog menggunakan platform blogger akan menambah kemahiran bermain coding. Kalau di wordpress, rata-rata sudah sepaket dengan plugin. Hal itu akan berdampak buruk bagi blogger yang tidak ingin mengembangkan bakatnya.

Ideal untuk individu yang tidak jago IT

Kebanyakan produk yang diasosiasikan dengan WordPress, seperti themes dan plugin cukup mudah dan sangat simpel penerapannya. WordPress juga cukup mudah untuk disinkronkan sehingga Anda tidak perlu khawatir jika Anda tidak handal dalam hal coding.

Namun, jika Anda ingin belajar coding dalam dunia blogging, blogspot adalah pilihat terbaik.

Cara Instal WordPress melalui CPanel

Cpanel itu apa sih Mas? cPanel adalah panel kontrol hosting berbasis Linux online yang menyediakan interface grafis dan alat otomasi yang dirancang untuk mempermudah proses hosting sebuah situs web. Melalui cPanel, Anda bisa mengatur domain, database, files, email, security, dan masih banyak lagi.

Sebelum melakukan instalasi cpanel, sebaiknya Anda fahami beberapa bagian pentind di bawah ini. Setidaknya ada beberapa istilah yang harus Anda mengerti:

1. Client Area : berfungsi untuk melakukan konfirmasi billing domain dan hosting, Kontak support via chat dan tiket Mengecek komisi afiliasi

2. cPanel : Menambah email, mengarahkan email ke tempat lain, mengatur file-file website, database, instal CMS Menginstal SSL, mengatur fitur kemanan

3. WP-Admin : Menambahkan blog post & halaman web baru Menambah gambar & video baru di website Menambah plugin & menginstal Adsense

Untuk lebih jelasnya, silakan lakukan dan fahami langkah di bawah ini step by step untuk menginstal WordPress!

Langkah 1. Setelah kamu login ke cPanel kamu, scroll ke bawah, sampai kamu menemukan Softaculous Apps Installer.

Langkah 2. Klik Softaculous Apps Installer, kemudian pilih WordPress dan klik Install.

Langkah 3. Setelah itu kamu akan melihat sebuah form yang perlu kamu isi. Yang pertama adalah Software Setup. Kamu perlu memilih protocol website kamu. Jika kamu sudah memiliki SSL, kamu bisa menggunakan protocol https://. Kemudian, pilih domain dimana kamu ingin menginstal WordPress. Bagian kedua adalah Site Settings. Di bagian ini, kamu akan memasukkan nama website kamu dan deskripsi website kamu.

Setelah itu, kamu akan diminta mengisi data admin. kamu hanya perlu memasukkan admin username, admin password, dan email admin. kamu juga bisa memilih bahasa yang ingin kamu gunakan dan mengatur limit seseorang mencoba login ke website kamu. Peringatan: Jangan gunakan username admin untuk menghindari website kamu di-hack dengan mudah.

Setelah kamu mengisi semua data di atas, kamu juga bisa mengatur advanced options di bagian selanjutnya. Bagian ini memang bisa dibilang agak teknis sehingga kamu tidak perlu mengedit apapun jika kamu tidak yakin. Saran: jika kamu malas mengupdate website kamu, ada baiknya kamu centang semua bagian Auto Upgrade di Advanced Options ini.

Di langkah terakhir pada proses ini, kamu tinggal memilih salah satu theme yang ingin kamu gunakan di website kamu. Setelah kamu memilih theme yang kamu inginkan, kamu tinggal klik install dan ta-da! WordPress kamu sudah berhasil diinstal di website. Sekarang kamu bisa memulai membuat postingan dan mengatur tampilan websitenya.

Demikian sekilas informasi mengenai Tutorial Lengkap Cara SEO Install Website Wordpress Self Hosting untuk Pemula. Untuk artikel selanjutnya akan Saya berikan tutorial lengkap mengelola website di wordpress self hosting secara SEO. Jangan lupa, jika ada hal yang perlu didiskusikan, silakan masukkan di kolom komentar ya. Salam sukses buat kita bersama, amin.

0 Response to "Tutorial Lengkap Cara SEO Install Website Wordpress Self Hosting untuk Pemula"

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Sobat di sini!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel